BJI.NEWS||TAPANULI UTARA – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menegaskan pentingnya penguatan data Dasawisma dan sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan bimbingan dan arahan pada kegiatan Monitoring Desa Percontohan PKK Kecamatan Muara yang dilaksanakan di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam tim monitoring, Camat Muara beserta jajaran TP PKK Kecamatan Muara, kepala desa, serta kader PKK dan Dasawisma Desa Sibandang.
Dalam arahannya, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menekankan bahwa data Dasawisma merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan berbagai program PKK. Data yang akurat dan diperbarui secara berkala dinilai sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program yang tepat sasaran, mulai dari penanganan stunting, peningkatan kualitas sanitasi, hingga pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Data Dasawisma harus dikelola dengan baik karena menjadi dasar pengambilan kebijakan dan perencanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan administrasi Dasawisma, Ketua TP PKK juga mendorong setiap kelompok kerja (Pokja) untuk lebih fokus mengembangkan program unggulan sesuai bidang masing-masing.
Pokja I diarahkan memperkuat pembinaan karakter keluarga, pola asuh anak dan remaja di era digital, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan penyalahgunaan narkoba. Pokja II didorong mengembangkan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan peningkatan literasi masyarakat. Pokja III difokuskan pada pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan konsumsi pangan bergizi. Sementara Pokja IV diarahkan memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Neny juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara TP PKK dengan seluruh perangkat daerah. Menurutnya, keberhasilan program PKK memerlukan dukungan berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, pekerjaan umum, dan sosial.
“Program PKK tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara TP PKK, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai pusat layanan dasar masyarakat yang terintegrasi, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, infrastruktur dasar, hingga pelayanan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Untuk menjaga keberlanjutan program, pemerintah desa dan TP PKK desa didorong aktif mengusulkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Melalui kegiatan monitoring desa percontohan ini, TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh kader PKK semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya keluarga yang sejahtera dan desa yang mandiri serta berdaya saing.
Monitoring desa percontohan juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan untuk memastikan program-program PKK berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.(WT)









