Medan – Anggota Komisi XIII DPR RI, melaksanakan kunjungan pengawasan mitra di dan di Jalan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Rabu (14/05/2026).
Saat ini, data Lapas dan Rutan di Sumatera Utara mencapai 32.018 orang dengan kapasitas hanya 15.448 orang.
“Jumlah warga binaan sekarang ini memang kalau kita lihat over capacity, tetapi ini nanti yang harus kita dorong supaya kapasitas ini bisa normal kembali, khususnya untuk lapas di sini, bagaimana yang sudah mendapat remisi atau pengurangan,” kata Maruli Siahaan.
Di samping itu, Maruli Siahaan juga sangat mengapresiasi para petugas lapas yang telah memberikan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan.
“Ini betul-betul dilaksanakan dengan baik. Pembinaan rohani, termasuk juga pelatihan-pelatihan kerja sama dengan Palang Merah Indonesia untuk melatih apabila warga binaan ada yang cedera atau sakit, sehingga nanti mereka ini yang betul-betul menangani pertama, penanganan pertama,” jelasnya.
Dalam kunjungan kerjanya, Anggota Komisi XIII DPR RI tersebut turut meninjau langsung berbagai fasilitas lapas seperti tempat ibadah, dapur, klinik, dan ruang kunjungan.
“Secara umum kita lihat kebersihan luar biasa. Tadi kita ke klinik, juga para dokternya siap siaga semua dan termasuk sudah profesional. Dapur mungkin ada beberapa yang dibenahi, nanti kita sarankan kepada Kalapas supaya diajukan agar kita dorong nanti ke kementerian supaya kekurangan-kekurangan berkaitan dengan peralatan dapur dapat disiapkan,” ungkap Maruli.
Praktik Love Scamming di Lapas
Sementara itu, Kepala , , menegaskan pihaknya telah menjalankan beberapa langkah konkret untuk menangkal praktik love scamming di lapas.
“Sudah kita lakukan fungsi pengawasannya dilaksanakan secara ketat. Kemudian di lapangan juga kita sudah melaksanakan ikrar petugas pemasyarakatan dalam proaksi perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Kalapas Kelas I Medan.
Lapas Kelas I Medan juga telah meluncurkan aplikasi SIMWAS PIM yakni Sistem Pengawasan Pimpinan.







